Minggu, 30 Januari 2011

SK KD SMP

Sekilas SK KD SMP, barangkali bisa bermanfaat...
Silakan dilihat

Pemetaan IPA Terpadu SMP

Sekilas tentang pemetaan IPA Terpadu SMP bisa diambil
di : Pemetaan IPA Terpadu SMP

Silabus Biologi SMP

Dalam penyampaian dan penyajian materi pelajaran, ada hal mendasar yang menjadikan syarat minimal bentuk materi yang harus diberikan dalam proses belajar mengajar di kelas.

Dalam kondisi ini Silabus mutlak diperlukan sebagai acuan dasar yang mengarahkan mau dibawa kemana arah pelajaran yang disampaikan kepada siswa di kelas.

Untuk mata pelajaran biologi  kelas 7,8, dan 9  silabus bisa diperoleh secara gratis

Selamat bekerja....!

Prediksi Soal-Soal Ujian Nasional

Tak kalah penting juga dilakukan analisis perkiraan atau prediksi soal ujian nasional yang akan dating. Hal ini penting, namun tidak semata-mata memprediksi tanpa adanya kesinambungan dari analisis dan kajian terhadap soal-soal unas dari tahun-tahun sebelumnya.

Beberapa kajian pada masanya, menghasilkan prediksi soal ujian nasioanal, dapat ditampilkan di bawah ini:

Prediksi Soal Ujian Nasional lebih digunakan untuk lebih mengarahkan pada penguasaan terhadap materi yang akan diujikan. Penguasaan materi secara keseluruhan memang lebih menjanjikan dan menjaminkan diri siswa ke arah keberhasilan yang lebih tinggi. Tetapi mengingat setiap siswa tingkat kemampuan yang dimiliki tidaklah sama, mengharuskan lebih pandai dalam memilah dan strategi penguasaan terhadap materi secara lebih baik

Olimpiade Sains Biologi

Olimpiade Sains Nasional (OSN) secara individu bisa memotivasi para siswa yang memang mempunyai kecenderungan lebih dalam hal mengamati dan mengkaji sesuatu yang ada di sekitarnya. Mereka lebih bisa merasakan sesuatu fenomena lain yang sedang terjadi di lingkungannya, baik fenomena sosial maupun fenomena alam dan kombinasinya.

Kemampuan siswa yang memang punya kelebihan itu bisa ditampung dalam wadah yang namanya OSN. Betapa tidak motivasi dan bakat yang terpendam bahkan yang tadinya tidak tersalurkan atu disalurkan ke hal-hal yang negatif bisa beralih kepada sesuatu yang positif dan bisa bermanfaat.

Beberapa contoh soal OSN yang pernah diikuti penulis selaku pembimbing di sekolah diantaranya:

Profesionalisme Guru di Abad Pengetahuan

Kemerosotan pendidikan kita sudah terasakan selama bertahun-tahun, untuk kesekian kalinya kurikulum dan kesejahteraan guru dituding sebagai penyebabnya. Hal ini tercermin dengan adanya upaya mengubah kurikulum mulai kurikulum 1975 diganti dengan kurikulum 1984, kemudian diganti lagi dengan kurikulum 1994. Dari sisi kesejahteraan, sebagian guru masih merasa bahwa gaji yang mereka dapatkan masih kurang memenuhi kebutuhan keseharian keluarganya, apalagi  tunjangan sertifikasi masih dirasakan sebagian guru saja dan penerimaannyapun masih sering molor.
Nasanius (1998) mengungkapkan bahwa kemerosotan pendidikan bukan diakibatkan oleh kurikulum tetapi oleh kurangnya kemampuan profesionalisme guru dan keengganan belajar siswa. Profesionalisme sebagai penunjang kelancaran guru dalam melaksanakan tugasnya, sangat dipengaruhi oleh dua faktor besar yaitu faktor internal yang meliputi minat dan bakat dan faktor eksternal yaitu berkaitan dengan lingkungan sekitar, sarana prasarana, serta berbagai latihan yang dilakukan guru. Memang jumlah tenaga pendidik secara kuantitatif sudah cukup banyak, tetapi mutu dan profesionalisme belum sesuai dengan harapan. Banyak diantaranya yang tidak berkualitas dan menyampaikan materi yang keliru sehingga mereka tidak atau kurang mampu menyajikan dan menyelenggarakan pendidikan yang benar-benar berkualitas.
Pendidikan di Abad Pengetahuan
            Para ahli mengatakan bahwa abad 21 merupakan abad pengetahuan karena pengetahuan menjadi landasan utama segala aspek kehidupan. Surya (1998) mengungkapkan bahwa pendidikan di Indonesia di abad 21 mempunyai karakteristik sebagai berikut: (1) Pendidikan nasional mempunyai tiga fungsi dasar yaitu; (a) untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, (b) untuk mempersiapkan tenaga kerja terampil dan ahli yang diperlukan dalam proses industrialisasi, (c) membina dan mengembangkan penguasaan berbagai cabang keahlian ilmu pengetahuan dan teknologi
Pendidikan di abad pengetahuan menuntut adanya manajemen pendidikan yang modern dan profesional dengan bernuansa pendidikan. Lembaga-lembaga pendidikan diharapkan mampu mewujudkan peranannya secara efektif dengan keunggulan dalam kepemimpinan, staf, proses belajar mengajar, pengembangan staf, kurikulum, tujuan dan harapan, iklim sekolah, penilaian diri, komunikasi, dan keterlibatan orang tua/masyarakat. Tidak kalah pentingnya adalah sosok penampilan guru yang ditandai dengan keunggulan dalam nasionalisme dan jiwa juang, keimanan dan ketakwaan, penguasaan iptek, etos kerja dan disiplin, profesionalisme, kerjasama dan belajar dengan berbagai disiplin, wawasan masa depan, kepastian karir, dan kesejahteraan lahir batin. Pendidikan mempunyai peranan yang amat strategis untuk mempersiapkan generasi muda yang memiliki keberdayaan dan kecerdasan emosional yang tinggi dan menguasai megaskills yang mantap. Untuk itu, lembaga penidikan dalam berbagai jenis dan jenjang memerlukan pencerahan dan pemberdayaan dalam berbagai aspeknya.
Upaya Meningkatkan Profesionalisme Guru
Banyak faktor yang menyebabkan kurang profesionalismenya seorang guru, sehingga pemerintah berupaya agar guru yang tampil di abad pengetahuan adalah guru yang benar-benar profesional yang mampu mengantisipasi tantangan-tantangan dalam dunia pendidikan. Pemerintah telah berupaya untuk meningkatkan profesionalisme guru diantaranya meningkatkan kualifikasi dan persyaratan jenjang pendidikan yang lebih tinggi bagi tenaga pengajar mulai tingkat persekolahan sampai perguruan tinggi. Program penyetaaan Diploma II bagi guru-guru SD, Diploma III bagi guru-guru SLTP dan Strata I (sarjana) bagi guru-guru SLTA. Meskipun demikian penyetaraan ini tidak bermakna banyak, kalau guru tersebut  kurang memiliki kemauan untuk melakukan perubahan.
Selain diadakannya penyetaraan guru-guru, upaya lain yang dilakukan pemerintah adalah program sertifikasi. Masalahnya sekarang apakah guru yang sudah dinyatakan lulus sertifikasi dan mendapatkan kenaikan gaji yang signifikan ini mampu mempertahankan bahkan meningkatkan “embel-embel” yang melekat pada dirinya bahwa beliau adalah guru yang bersertifikat?. Ataukah tunjangan sertifikasi yang sudah didapatkan hanya menjadi sebuah kompensasi bahwa guru yang merupakan “Pahlawan Tanpa Tanda Jasa” ini sudah selayaknya mendapatkan penghargaan tersebut tanpa melakukan sebuah perubahan?.
Selain sertifikasi upaya yang sudah dilakukan pemerintah di Indonesia untuk meningkatkan profesionalisme guru, misalnya terbentuknya KKG dan MGMP yang memungkinkan para guru untuk berbagi pengalaman dalam memecahkan masalah-masalah yang mereka hadapi dalam kegiatan mengajarnya. Yang menjadi masalah adalah apakah para guru bersedia meluangkan waktu dan sebagian uang mereka untuk mengikuti kegiatan tersebut?. Apakah  tunjangan yang sudah didapatkan hanya sebagai kompensasi bahwa mereka sudah mengumpulkan dokumen portofolio yang sedemikian tebal dan banyak menyita waktu mereka pada saat menyusun dokumen portofolio?, atau anggapan bahwa selayaknya guru mendapatkan tunjangan tersebut karena pengabdian para guru yang sudah mencerdaskan anak bangsa?. sehingga banyak diantara para guru yang setelah lulus sertifikasi tidak mengupdate dan mengupgrade hal-hal baru agar tetap layak disebut sebagai guru yang professional.
Memperhatikan peran guru dan tugas guru sebagai salah satu faktor keberhasilan pendidikan, maka keberadaan dan peningkatan profesi guru menjadi wacana yang sangat penting. Pendidikan di abad pengetahuan menuntut adanya manajemen pendidikan modern dan profesional dengan bernuansa pendidikan.
Kemerosotan pendidikan bukan diakibatkan oleh kurikulum tetapi oleh kurangnya kemampuan profesionalisme guru dan keengganan belajar siswa. Profesionalisme menekankan kepada penguasaan ilmu pengetahuan atau kemampuan manajemen beserta strategi penerapannya. Profesionalisme bukan sekadar pengetahuan teknologi dan manajemen tetapi lebih merupakan sikap, pengembangan profesionalisme lebih dari seorang teknisi bukan hanya memiliki keterampilan yang tinggi tetapi memiliki suatu tingkah laku yang dipersyaratkan.
Profesionalisasi harus dipandang sebagai proses yang terus menerus. Usaha meningkatkan profesionalisme guru merupakan tanggung jawab bersama antara LPTK sebagai pencetak guru, instansi yang membina guru, PGRI, dan masyarakat.
                                                            Nur Aliyah, S. Pd
                                                            Guru Biologi SMPN 1 Sidayu Gresik


Kumpulan Soal Ujian Nasional

Dalam rangka lebih meningkatkan pemahaman dan penguasaan terhadap materi yang disajikan dalam bentuk soal-soal, terutama dalam ujian nasional.

Perlu dilakukan persiapan yang diwujudkan dalam bentuk latihan mengerjakan soal-soal ujian nasional pada tahun-tahun yang lalu. Sehingga siswa bisa lebih memfokuskan diri terhadap model dan bentuk soal yang akan diujikan pada masanya kelak.

Beberapa Soal Ujian Nasioanal Mata Pelajaran Biologi, dari tahun-tahun yang lalu bisa dilihat di bawah ini:

-         UN  Biologi  Thn 1995
-         UN  Biologi  Thn 1996
-         UN  Biologi  Thn 1997
-         UN  Biologi  Thn 1998
-         UN  Biologi  Thn 1999
-         UN  Biologi  Thn 2000
-         UN  Biologi  Thn 2001
-         UN  Biologi  Thn 2002
-         UN  Biologi  Thn 2003
-         UN  Biologi  Thn 2004
-         UN  Biologi  Thn 2005
-         UN  Biologi  Thn 2006
-         UNAS  IPA  Thn 2002/2003

Berdasarkan kajian dan anilisis dari penyajian soal-soal yang ada, karena memang materi dan silabus yang dipelajari masih sama maka bentuk dan model soal secara umum masih sejenis dan ada kemiripan sehingga variasi nya saja yang kemudian dilakukan modifikasi dan pengubahan penyajiannya.

Melihat gejala ini sangat dianjurkan untuk tetap melakukan analisis perbandingan soal-soal antara tahun yang berbeda, untuk lebih meningkatkan kosa perbendaharaan corak dan karakter soal. Demikian adanya bila nantinya ada pengembangan soal siswa sudah bisa lebih mengerti dan mampu untuk menyelesaian dengan benar dan tepat waktu.

Kotoran Sapi Untuk Menghasilkan Listrik

Jakarta (ANTARA news) – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) membuat suatu reaktor Bioelektrik yang mampu menjadikan kotoran sapi dan limbah organik lainnya sebagai biogas penghasil listrik.

“Genset pembangkit listrik yang tadinya 100 persen menggunakan solar, kini cukup dengan menggunakan 30 persen solar saja, karena 70 persennya bisa digantikan dengan biogas, sehingga hemat 70 persen solar,” kata Peneliti Bioelektrik Pusat Penelitian Tenaga Listrik dan Mekatronik (Telimek) LIPI Aep Saefudin MT yang dihubungi di Jakarta, Jumat.

Genset dual fuel atau berbahan bakar ganda berkapasitas 10 KWH itu bisa menghasilkan daya listrik sebesar 2.000 watt, di mana untuk satu kWh konsumsi listrik memerlukan 0,03 m3 biogas (Satu m3 biogas sama dengan 0,8 liter solar/premium -red).
“Cara membuat biogas dengan reaktor bioelektrik itu yakni mencampurkan kotoran sapi dan air satu banding satu atau satu banding dua, lalu dimasukkan ke dalam reaktor secara anaerob selama 21-30 hari sehingga terjadi pembusukan dan kemudian menjadi gas methan,” katanya.
Sekitar 60 persen biogas itu adalah gas metana (CH4), 38 persen karbon dioksida (CO2), dan sisanya gas hidrogen sulfida (H2S).
Gas yang dihasilkan dari proses dekomposisi bahan organik secara anaerob ini kemudian bisa menjadi bahan bakar untuk genset listrik dan bisa diaplikasikan oleh siapapun.

Sementara itu, Yaya Sudrajat Sumarna, Peneliti Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI, menyatakan bahwa biogas adalah sumber energi alternatif yang dapat diperbaharui karena bahan bakunya limbah organik yang sangat berlimpah.
?Potensi pengembangan biogas di Indonesia masih cukup besar mengingat cukup banyaknya populasi ternak serta limbah organik lain. Untuk setiap satu ekor sapi/ kerbau dapat menghasilkan kurang lebih dua m3 biogas per hari dan ini cukup untuk keperluan memasak dan penerangan dalam skala rumah tangga?, paparnya.

Menurut Yaya, penggunaan biogas ini memiliki banyak keuntungan, antara lain: mengoptimalkan limbah organik yang sudah tidak terpakai sehingga tidak menyebabkan pencemaran terhadap lingkungan.
Selain itu juga menghasilkan hasil samping tambahan berupa kompos organik baik dengan bentuk kompos cair maupun kompos padat dengan kualitas yang sangat tinggi dan cocok sebagai pupuk organik untuk segala jenis tanaman.
-> Biogas dapat dibakar seperti layaknya elpiji sehingga dalam skala besar biogas dapat digunakan sebagai pembangkit energi listrik?, tambahnya.
-> Dengan berkembangnya Biogas di Indonesia di harapkan kebersihan dan sanitasi lingkungan akan terbantu sehingga masyarakat menjadi sehat,? tegasnya.

Penelitian ini memiliki percontohan di Kecamatan Cilengkrang, Jawa Barat yang jaraknya 20 km dari Bandung, tercatat hanya kurang dari 50 persen warganya yang sudah menikmati listrik. (*)

Sumber: Antaranews.com